Mathew Furniture

Mathew Furniture
Mathew Furniture The real HOME furnitures. Aplikator | Furniture | Furniture-Interior | Desain- Buildes | Jual Cat Milesi Coatings : Hotline Telpon +62-812-8463-0000

Kayu Yang Bisa Direkomendasikan Sebagai Pengganti Kayu Jati


 

Kayu jati saat ini sudah sangat mahal, dan untuk membeli harga kayu jati harus merogoh kocek jutaan rupiah, untuk kelas A4 ukuran 40-50 cm sekitar Rp 7000.000/m2nya.

Untuk kayu jati yang kelas A3 ukuran 30-39 cm sekitar Rp 5000.000/m2nya

Kayu jati kelas A2 ukuran20-29 cm sekitar Rp 3000.000/m2nya.

Dan kayu jati kelas A1 ukuran 11-19 cm RP 2000.000/m2nya.

Dengan semakin mahalnya harga kayu jati, para produsen Furniture harus memutar otak agar hasil furniturenya tetap bisa dipertahankan.

Untuk bisa melangkah kearah sanah, ada beberapa alternatif kayu yang bisa digunakan menyerupai kayu jati, dengan catatan hanya serat dan dan tekture kayunya saja yang sama, namun dari segi kualitas tidak akan pernah sama.

Berikut kayu yang bisa menyerupai kayu jati dari teksture:

1.. Kayu Suren (Toona sureni), kayu suren bisa dijadikan alternatif pengganti kayu jati untuk furniture, dengan perpaduan warna sedikit, sehingga kadar kuningnya akan terlihat atau menggunakan waterbase untuk finishingnya. Kayu suren yang tumbuh di dataran tinggi ini sangat subur, tidak perlu adanya perawatan khusus apabila sudah mencapai 10 meter tingginya, tinggal memangkas rantingnya saja abila memang memungkinan.

2.  Akasia, akasia (Carl Linaeus) yang pada tahun 1773 dibawa dari Swedia, serat dan teskturenya juga sangat bagus, bagi para pembuat permebelan kayu ini bisa juga sebagai kayu pengganti kayu jati untuk furniture, kayu akasia banyak ditemukan didataran rendah, untuk saat ini kayu akasia sebagai kayu penghijauan disetiap lahan, sebab kayu ini sangat cepat pertumbuhannya, disamping sangat kuat dan tahan dari kekeringan, kayu akasia yang sudah besar seratnya akan muncul ketika dibelah, dan sebagian orang banyak yang menggunakan kayu ini sebagai meja, kayu ini juga bisa digunakan sebagai perabot rumah tangga, seperti kursi, meja, gredensa, lemari hias, tempat tidur dan lain sebagainya.

3.  Kayu sengon (paraserianthes falcataria) merupakan kayu yang bisa digunakan untuk kontruksi ringan, misalnya untuk kotak, vineer, kayu lapis, dan furniture. Kayu senon banyak tumbuh di pulau jawa, dan  daunnya sendiri sebagi pakan ternak.

 

4.  Kayu namgka (Artocarpus heterophillus) kayu namgka yang sudah tua, juga bisa dijadikan sebagai pengganti kayu jati sebagai bahan untuk furnitur, tekture kayu nangka biasanya sedikit lebih kuning, sehingga perlu adanya kuasan warna apabila menginginkan tampilan lebih coklat.

 

5.  Kayu Duku (Lansium parasiticum) kayu duku atau dukuh, bisa juga sebagai alternatif pengganti kayu jati untuk furnitur.

Tentu saja semua kayu tidak akan bisa menyamai kayu-kayu lainnya, kayu tentu dengan pertumbuhan alamiahnya akan mempunyai sifat keistimewaan dan kekurangan untuk dijadikan bahn furnitur.

Membuat furniture memang tidak mesti terikat oleh satu model kayu saja, banyaknya kayu di Indonesia tentu ini menjadi sebuah pilihan dalam membuat furniture.

Membuat furniture yang bisa menghasilkan mutu yang baik, tentunya bukan hanya berdasarkan pada kayu jati saja, perlu perlakuan pada kayu tersebut, desain yang benar, cara pengeringan, membelah serat kayunya, dan tentnya kontuksi dan pengecatan yang baik pula.

Kalau semua itu sudah diperlakukan dengan benar, kayu apapun akan menjadi sebuah nilai ekonomis dalam bidang usaha furniture, kayu jati, kayu mahoni, kayu, cemara, kayu merbau, kayu ulin, kayu Makassar eboni,  kayu sungkai, kayu sonokeling, kayu-kayu tersebut sudah sangat populer dalam industri furniture tanah air, namun sudah saatnya dengan banyaknya kayu-kayu ditanah air, mulai beralih ke kayu lain untuk tetap menjaga hasil furiture.

Berikut bahan finishing furniture dari kayu-kayu tersebut:

1.  Water base, Cat ini pelarutnya menggunakn air, sehingga kayu akan tetap awet, dari cuaca panas dan hujan.

2.  Melamine/melamik, bahan ini sangat cocok untuk kayu-kayu tersebut, sehingga tampilannya akan terlihat mewah dan modern, tentu saja dengan sentuhan warna dasar yang disesuaikan dengan kayu tersebut, sehingga serat kayu akan semakin bagus, untuk pewarnaan sendiri, bisa dengan cara menguas, wax, dan menyemprotnya.

3.  Vernis, vernis adalah istilah yang banyak diguanakn oleh orang-orang-orang yang membuat kerajinan, coating dengan bahan kimia.

4.   Semir, semir juga bisa digunakn sebagai alat untuk menjaga kayu- kayu tersebut awet.

5.  Duco, cat ini memang bisa mematikan warna dari kayu tersebut, namun kayu yang memang tidak berserat, atau sebagi kontruksi furniture, sehingga yang akan ditampilkan bukan kayunya, namun justru nilai catnya.

Untuk membuat furniture Duco memang tidak mesti menggunakn kayu-kayu tersebut diatas, saat ini kayu apapun yang nilainya bagus bisa dibuat, untuk membuat cat duco bisa menggunakn kayu, metal, almunium, piber glas, dan  mdf, kayu yang bagus dan kuat tentu saja akan mempengaruhi hasil furniture yang baik, tidak retak, rata, dan pastinya tidak membawa lilin atau getah.

 

 

 

0 Response to "Kayu Yang Bisa Direkomendasikan Sebagai Pengganti Kayu Jati"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

iklan

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel