Mathew Furniture

Mathew Furniture
Mathew Furniture The real HOME furnitures. Aplikator | Furniture | Furniture-Interior | Desain- Buildes | Jual Cat Milesi Coatings : Hotline Telpon +62-812-8463-0000

Cara Mengatasi Boros Pada Penyemprotan Furniture

 


 

By Mathew Furniture-Niko

Penyemprotan furniture dengan cat atau coatings adalah system lapisan yang sering digunakan oleh  pengusaha furniture,  sehingga furniture menjadi awet dan bagus, mudah dibersihkan, memberikan perlindungan terhadap kotoran yang menempel, udara, minyak, dan debu.

Furniture yang baik tentu saja harus di perlakukan dengan baik pula, misalnya cara membersihkan nya tidak menggunakan kain yang kasar, kena tekanan benda yang panas, dan tentu saja tidak terbentur sehingga lapisan cat akan berkelupas atau terjadinya rembesan air.


Bila semua ini sudah diterapkan furniture akan menjadi awet dan tahan lama.

Furniture terkadang menjadi symbol kepada pemiliknya, dengan cara meletakam dan membersihkannya dengan cara yang benar, tidak menutup furniture dengan barang yang keras, sehingga tampilan furniture dan warnanya akan tetap stabil tidak belang, ini sering terjadi pada furniture baru, karena pigmennya belum terlalu kering, masalah yang timbul warna menjadi belang, berbeda dengan permukaan yang tidak tertutupi benda tersebut.

Yang sering terjadi pada furniture yang natural dan bahan dasarnya sendiri kayu yang berkarakter mengandung warna. Misalnya kayu mahoni kayu jati kayu merbau, kayu ulin dan lain-lain.



Selanjutnya adalah. Bagaiamana sih caranya ketika menyemprot furniture tidak boros.

1. Usahakn angin penyedot tidak terlalu kencang, sehingga piston spray gun langsung kepada bidang furniture.

2. Menggunakan spray gun yang nomer F 13.

3. Cat harus sesuai takaran, tidak terlalu encer, dan juga terlalu kental, gunakan alat pengukur kekentalan cat dengan cara di hitung.

4. Posisi spray yang selalu berputar, sehingga permukaan cat menjadi rata.

5. Mengatur tekanan angina pada spray gun, agar disesuaikan dengan bidang furniture.

6. Tiadk meler, sehingga akan terjadi penyemprotan ulang.

7. Tidak kasar, sehingga akat terjadi penyemprotan ulang

8. Bidang furniture sudah layak di spray, periksa permukaan furniture apakah sudah layak atau belum untuk dilapisi cat.

9.Tidak ada kerusakan yang bisa menghambat hasil kerja.

10. Perhitungan takaran cat sesuai bidang kerja, misalnya satu liter cat menghasilkan 3 meter persegi namun ternyata berkurang akibat terlalu tebal atau akibat adanya kerusakan dan meler.

11. Menggunakan bahan yang sesuai, ini penting, karena barang yang tidak sesuai akan berpengaruh besar terhadap hasil yang akan di capai, menggunakan cat yang daya sebarnya terlalu encer dan tidak bisa menutup bidang furniture, salah satunya bagian top meja, sehinga tampilannya tidak rata dan terlihat ada baretan ampelasan, gunakan  cat yang memang khusus untuk tampilan tebal, dengan cara menggunakan cat PU.

12. Pekerjanya, ini juga sangat penting untuk menghindari keborosan cat ketika menyemprot furniture, karena biasanya tukang yang sudah terbiasa sudah bisa memahami hasil kerja yang baik, mempunyai hitungan secara akurat, menggunakan alat spray sudah sesuai setingan dan pengaturan yang benar.

13. Yang terakhir adalah tentu saja semua furniture, sudah diampelas dengan rata, pendempulan yang bolong sudah rapih, pengisian pori-pori sudah benar-benar kering, sehingga tidak adanya gerakan cat di dalamnya, ampelasan sesaui grid yang sesuai tidak terlalu tajam dan kasar.


 Itulah beberapa cara agar pengecatan furniture tidak boros, sebab pengecatan yang boros akan mengurangi cost biaya produksi yang akan di hasilkan, perhitungan seorang pengusaha tentu saja sangat jelas, dan akurat dibandiing pekerja itu sendiri, soslusinya tentu saja antara pengusaha dan pekerja mempunyai rasa tanggung jawab yang sama, mereka mengerjakan bidang furniture sesuai intruksi kepala bagian bagian masing-masing, membuat system perencanaan dan cara kerja yang benar, mengikuti aturan keselamatan kerja, gajih pekerja yang sesaui, kesehatan dan kesejahteraan pekerja di utamakan, sehingga para pekerja akan mengikuti aturan perusahaan, bagian ampelas merasa tanggung jawab terhadap hasil ampelasannya, dengan cara melihat kembali hasil kerjanya, apakah masih ada yang terlewat atau tidak, kemudian disoltir oleh bagian QC yang lebih memahami.


 Masalah yang sering terjadi saat penyemprotan furniture juga terkadang dilingkungan kerja yang tidak sesauai, waktu yang terbatas untuk penyoltiran kerjaan, cat yang tidak bagus, kontruksi kayu yang berubah, ukuran dan desainnya, warna cat yang tidak rata, terlalu banyak debu yang berterbangan, ini juga sebagai penyebab hasil produksi menjadi lebih tinggi akibat sering terjadinya pengulangan pengecatan.

Bila ini terus dibiarkan maka, pemborosan cat tidak bisa di hindari.

 

 

0 Response to "Cara Mengatasi Boros Pada Penyemprotan Furniture"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

iklan

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel